Sabtu, 13 Desember 2014

Diposting oleh Trimeilana di 09.46 0 komentar

KETIKA KOPI DI DALAM SEBUAH MANGKUK KACA
SERIBU TITIK CAHAYA MELESAT DIDALAM GELAS

Katanya

Diposting oleh Trimeilana di 08.11 0 komentar
Mataku sudah berat
Aku tak ingin tidur
Aku jatuh hati pada malam
Tapi aku terlalu takut

            Mataku terasa ringan
            Ternyata sudah pagi
            Aku tak suka pagi
            Tapi tak pernah sesemangat ini

Pagi buta dengan kicau burungnya yang sepi
Malam kelam dengan pekatnya bunyi jangkrik
Pagi, apa yang kau lakukan sepagi ini
Dan malam, apa pula yang kau perbuat hingga jam segini

“Tentu saja menemanimu”,katanya.

Jumat, 12 Desember 2014

Untitled

Diposting oleh Trimeilana di 03.20 0 komentar

Baiklah kali ini saya akan bercerita tentang beberapa oknum yang menurunkan kualitas diri mereka sebagai manusia. Yang pertama, mereka tidak membiarkan orang lain untuk berkembang dan mengembangkan sesuatu. Bahkan mereka pun tidak mengembangkan sesuatu hal tersebut. Kedua.. tidak ada kedua. Rasis. Mungkin saya akan mengatakan hal ini rasis. Dimana oknum tersebut berpendapat keunggulan selalu berada dipihak mereka, dan akan bergaul sesamanya saja. Dimana pula mereka berpikir mereka punya hak untuk mengatur orang lain.  Mereka terlalu sibuk mengurusi kualitas diri orang lain, sehingga mereka mengalami penurunan kualitas diri mereka sendiri. Oknum tersebut merupakan sekumpulan orang yang katanya cerdas  dan entah mengapa orang yg katanya cerdas ini, tidak bisa menerima bahkan tidak menghargai pendapat dan prinsip orang lain.  Saya pun terkadang heran. Mereka terkadang membatasi sesuatu hal, dimana menurut ‘pendapat’ saya sesuatu hal tersebut tidak boleh memiliki batasan.  Misalnya, ilmu. Ilmu sifatnya bebas, tidak terbatas, perlu dibagi, dan tidak boleh disembunyikan. Lama kelamaan saya merasa semua hal ini menjadi aneh. Saya pun bertanya tanya.  Mengapa ditempat ini banyak hal yang dibatasi? Mengapa ditempat ini banyak hal yang tidak rasional? Terlalu banyak syarat yang sangat tidak rasional untuk dilakukan.  Diskriminasi merupakan kata yang paling tepat ditempat ini. Terlalu banyak perlakuan tidak adil terhadap sesama. Sesama manusia, sesama civitas akademika. Dan sepertinya kalian sudah tahu tempat apa yang saya maksudkan. Mengapa mereka ingin menjadi hakim atas setiap pemikiran kita? 
 Seorang terpelajar haruslah bersikap adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatannya. Nah setelah membaca ungkapan itu sekarang saya  kurang menganggap oknum tersebut panutan saya. Saya bukan orang cerdas tetapi saya ingin menjadi cerdas. Meskipun saya belum tahu caranya. Saya tidak ingin menjadikan oknum tersebut seorang panutan untuk saya menjadi cerdas. Mereka tidak pernah berhenti membahas dan mempermasalahkan suatu hal yang sudah ketinggalan jaman. Selalu berputar-putar. Meskipun mungkin menurut mereka hal itu diumpamakan sebagai jantung ditempat ini, dan amat sangat berarti untuk terus dipertahankan. Tapi saya tidak menganggap hal itu merupakan hal yang penting. Mungkin pula tidak memiliki manfaat sama sekali. Tetapi, begitulah budaya. sebanyak apapun saya berpendapat akan susah untuk mengubah suatu budaya. Tapi lihatlah sekali lagi. orang-orang diluar sana-civitas akademika di tempat lainnya, telah mengembangkan banyak hal. Memperbaiki aspek lain. Yang lebih berguna dan memiliki banyak manfaat. Tapi, bagaimana cara kami melakukan suatu perkembangan? Kami belum cukup memiliki kuasa dengan banyaknya batasan dan syarat yang ditetapkan ditempat ini. Mungkin sekarang kami belum berkembang. Tetapi suatu saat, salah satu dari kami akan membuat perkembangan dan maju kedepan. Atau bisa saja kami melakukannya bersama. Entah apakah itu saya masih bersama pendapat saya ataupun tidak, setidaknya perlu adanya agent of change. Saya tak tahu pendapat mereka kah atau pendapat kami yang paling mendekati kebenaran. yang saya tahu kebenaran itu eksistensinya kurang. Setidaknya, mereka tidak perlu membatasi seseorang untuk berkembang hanya karena mind-set yang kita miliki tidak sejalan. Itu adalah sebuah tindakan diskriminasi. Kita tidak boleh patuh pada ketidakadilan. Dan kelak kita tidak boleh menjadi bagian dari yang tak adil. sebenarnya adil itu apa? tak tahu. Saya tidak ingin menyalahkan pihak lain, karena saya belum memiliki pandangan dari sudut pandang mereka. Terkadang saya membenarkan dalam hati apa yang mereka katakan. Dan sejujurnya, membuat tulisan seperti ini sedikit rumit--‘ . lagipula ini hanyalah sekedar pendapat saya. jika hipotesa yang saya sampaikan ini tidak disukai, tak perlulah kau memecahkan sebuah gelas//sekian. Salam damai.  
Diposting oleh Trimeilana di 02.03 0 komentar

Terlalu banyak rahasia yang ingin ku rahasiakan dariku
***

Senin, 24 November 2014

Tak Apalah

Diposting oleh Trimeilana di 05.50 5 komentar
Aku ingin jatuh cinta 
Atau bahkan telah jatuh cinta
Sudah jelas dunia tak memberi izin
Untuk hatiku yang kali ini berdegup pada seorang kawan

Selasa, 18 November 2014

~~

Diposting oleh Trimeilana di 08.34 0 komentar
Jelajahi sajalah semua warna bersamaku

Rahasia

Diposting oleh Trimeilana di 08.27 0 komentar


Dia bercerita jujur pada angin
Entah mengapa ceritanya sampai di tebing tertinggi
Dia tengah bercerita pada air sungai
Tapi separuh kisahnya telah sampai di medan perang
Seharusnya dia berbisik saja pada bulan
Bulan terlalu jauh untuk membocorkan sebuah rahasia 

Sabtu, 08 November 2014

For ya

Diposting oleh Trimeilana di 08.07 0 komentar

Jangan mengajakku diskusi untuk bertukar hati lagi
Telah aku katakan sebelumnya
Jika saja aku pergi, itu hanya satu
Kau tak lagi berniat denganku~
Diposting oleh Trimeilana di 07.42 0 komentar

SEBENARNYA HIDUP INI TENTANG APA
AKU BERDONGENG TENTANGMU PADA BULAN
YANG SEBENARNYA TAK TAHU APA-APA
ATAUKAH HANYA TERDIAM

Kamis, 06 November 2014

Malam terakhir

Diposting oleh Trimeilana di 06.21 0 komentar

Jujur saja sepertinya aku belum jatuh cinta
Jujur saja aku tak tahu kau tak sedang jatuh cinta
Seharusnya dari awal harus kusimpulkan
Di saat hujan ketika turun senja
                        Bagaimana bisa jika bertemu kembali saja
                        Ku akan jatuh hati kembali
                        Pada akhirnya tak dapat ku selesaikan
                        Apa yang sebenarnya bukan cinta
Kini kita terperangkap dalam malam yang abu-abu
Kau tak tertarik tentang hidupku
Dan aku sudah lama berhenti tertarik dengan hidupmu
Kita benar-benar terjebak sekarang
                        Cara terakhir.
                        Aku akan menunggu malam berhenti mencela hingga pagi
                        Mengajakmu berbicara panjang untuk terakhir kali
                        Biarkan saja malam ini aku bersama pelangi
***
                                    
Diposting oleh Trimeilana di 05.31 0 komentar

Bila hari ini ku ajak kau berpetualang
Besok jangan menatapku dengan berbeda
Bila hari ini ku melewatimu
Bukan berarti kita tak kawan

Rabu, 05 November 2014

Langit lautan biru

Diposting oleh Trimeilana di 10.06 0 komentar

Kau berkata kau mencintai pantai karena ketenangannya
Sedang aku, tak suka mendengar desiran ombak
Membuatku merinding saja
Kau berkata senang menikmati pantai jika petang
Sedang aku, tak suka melihat pantai di malam hari
Serasa aku akan terhisap kedalamnya

Aku lebih suka menatap lautanku yang tinggi disana
Meski tak dapat ku gapai
Meski ku tak tahu dimana ujungnya
Setidaknya ada niat berjelajah kesana
Jemariku berandai-andai menyentuhnya

Apakah masih kurang jelas alasan mengapa kita tak bersama?

Jumat, 31 Oktober 2014

Diposting oleh Trimeilana di 09.45 0 komentar
SEJUJURNYA YANG KITA BUTUHKAN ADALAH SEORANG PENARI UNTUK MENGASAH BAKAT PEDANG.

No caption.

Diposting oleh Trimeilana di 09.36 0 komentar

Hei, pernahkah kau berpikir apa yang selalu loncat-loncat kegirangan dipikiranku? Entahlah, aku bahkan merasa semua ini merupakan suatu kejanggalan. Ya, sepertinya di dalam pikiran ini selalu saja timbul beberapa konversasi antara diriku dengan siapapun yang aku juga tak tahu. Terlalu banyak mengapa di dalam kepala ini. Jika kalian di beri pilihan. Lahir dengan seluruh kemewahan, atau sebaliknya. Dan untuk menjawab pertanyaan ini saja, aku butuh 10 menit. Terlalu cepat?atau sebaliknya? jawaban dari mesin di kepalaku ini, aku akan memilih dilahirkan dengan seluruh kemewahan. Bukan karena ingin langsung berada dipuncak. Awalnya, aku berpikir sama dengan mereka yang akan menjawab sebaliknya.. tetapi, tepat 2 detik sebelum 10 menit hatiku berubah. Aku ragu jika kalian mengerti perkataanku. Sekejap aku berfikir.. jika aku berada di puncak dan kemudian jatuh kebawah, memang akan terasa sakit. Hei, tapi kita belajar banyak, dan kita akan lebih sabar. Sampai di titik kita tidak bisa melakukan apapun. Kita akan mencoba menerimanya, dan mau tidak mau memulai semuanya dari awal. Awal yang sesungguhnya. Sedangkan sebaliknya, jika berada dibawah kemudian seiring berjalannya waktu telah mencapai puncak, aku rasa aku akan menjadi bedebah. Selalu menginginkan lagi dan lagi. Semakin semangat, semakin menghalalkan segala cara. Semakin di usir, maka semakin berani pula. Dan baru saja, 3 detik yang lalu. Pemahaman tentang hal itu berubah lagi. Menjadi sebaliknya. Memilih lahir dari nol. Dan aku tidak akan menjelaskannya seperti situasi yang pertama. Malas. Sepertinya, pertanyaan yang selalu bertanya ini semakin lama semakin banyak. Semakin dilanjutkan semakin tak ada habisnya. Mengapa kalimat ‘tidak mau melakukannya’ di padatkan menjadi kata ‘malas’. Kawan-kawanku yang cukup bijak selalu mengatakan ‘bukan tidak ingin, tapi malas. Bukan tidak mau melakukannya, tapi malas’. Bukankah, malas itu hadir ketika kita tidak cukup ingin melakukannya? Kita tidak akan malas, jika kita ingin melakukannya. Akupun susah mendeskripsikan apakah ‘malas’ ini. Sepertinya ini membosankan. Baiklah akan, ku buat ketikan ini berparagraf.. aku batal melakukannya. Aku bahkan mengaplikasikan kata malas itu untuk menekan tombol ‘del’ ataupun ‘backspace’ hanya untuk satu niat dan satu kalimat yang ku tulis sebelumnya.  Hei, hitunglah berapa banyak aku menggunakan kata hei dalam paragraf ini. Jika kalian benar, satu telur paskah untuk orang yang menjawab lima.

...

Diposting oleh Trimeilana di 09.25 0 komentar

Kali ini datangnya kabar dari utara
Meski belum waktunya
Sakuranya telah nampak

Kabarnya telah terlambat
Didahului angin yang melawan hujan
Matahari tidak lagi merindukan bulan sepertinya

Kamis, 30 Oktober 2014

salahkah terkaanku?

Diposting oleh Trimeilana di 08.10 0 komentar

Aku bisa saja menulis dengan sempurna apa maksudku
Sayangnya aku ingin kau membacaku tanpa aku harus menulis
Sepertinya kau cukup bingung dengan dirimu sendiri
Sehingga membuatku ingin beranjak

Seandainya saja kemarin kita telah bersama
Seandainya saja hari ini kita tetap bersama
Seandainya saja besok lusa kita masih bersama
Seandainya saja semua ini bukan seandainya

Katakan saja apa yang tak ingin kau katakan
Setidaknya aku akan berusaha untuk tuli
Tanpa perlu terlalu sadis
Setidaknya aku memahami

Kau memang menginginkanku disini
Tapi kau tak benar-benar ingin
Jangan tanyakan apa yang aku terka tentangmu
Aku hanya menerkanya tidak sengaja








di beranda

Diposting oleh Trimeilana di 03.56 0 komentar
Almost been two years iam in college, i just homesick right now.
i suggest to you banda neira- di beranda

di beranda



Oh, Ibu tenang sudah
lekas seka air matamu
sembapmu malu dilihat tetangga

Oh, ayah mengertilah
Rindu ini tak terbelenggu
Laraku setiap teringat peluknya 

Kamarnya kini teratur rapi
Ribut suaranya tak ada lagi
Tak usah kau cari dia tiap pagi

Dan jika suatu saat
Buah hatiku, buah hatimu
Untuk sementara waktu pergi
Usahlah kau pertanyakan ke mana kakinya kan melangkah
Kita berdua tahu, dia pasti
Pulang ke rumah 

Kamarnya kini teratur rapi
Ribut suaranya tak ada lagi
Tak usah kau cari dia tiap pagi 

Dan jika suatu saat
Buah hatiku, buah hatimu
Untuk sementara waktu pergi
Usahlah kau pertanyakan ke mana kakinya kan melangkah
Kita berdua tahu, dia pasti 
pulang ke rumah.


Minggu, 21 September 2014

Island

Diposting oleh Trimeilana di 01.02 0 komentar



Kodingareng Keke Island is one of the many small islands 

dotting around Makassar. This island is so small that one could be considered “your own private island” 

Getting to Kodingareng Keke Island by boat takes 30 minutes from the Losari Beach. White sand, crystal clear sea and clean air maybe i said like that haha.. 

Last day of holiday , i went there with my friends hahaha. and of course not forget to take a selfie. there's so HOT. I guess there's two sunlight. So we used sunglasses. yeay



full team.lo














"In every outthrust headland, in every curving beach, in every grain of sand there is the story of the earth.” 

sekian:p

Kamis, 18 September 2014

chitchat

Diposting oleh Trimeilana di 06.24 0 komentar
TIDAK ADA SEORANG PUN DAN TAK ADA SUATU KEADAAN PUN YANG MENJAMIN KITA AKAN SELALU BAHAGIA.~SELAMAT MAKAN 

kosong

Diposting oleh Trimeilana di 04.53 0 komentar
Awalnya aku ingin menjadi matahari
Awalnya aku berharap akulah sang rembulan
Awalnya aku mengira dirikulah bintangnya

Tapi aku tersadar
Aku hanyalah langit
Yang kosong diatas sana begitu ditinggalkan

(the day before going seventeen)

Diposting oleh Trimeilana di 04.08 2 komentar


Sebuah programmer berbentuk secarik kertas ini masih kosong awalnya. Sebelum aku mulai menekan-nekan kesana kemari. Ini cukup hebat. Bukan karena aku menekan-nekan keyboard ini, aku tak sebodoh itu. Bukan juga karena Indonesia menjadi pusat fashion pertama didunia.. dan apakah itu terjadi?. Yang hebat itu adalah aku tidak bisa menyentuh dan menghancurkan kertas ini, seperti yang kulakukan dengan kertas-kertas malang itu. Jika kertas-kertas itu hasil dari eksperimen membuat novel, itu akan lebih terlihat berguna. Nyatanya, mereka hanyalah beberapa pesawat dan perahu yang tidak bisa terbang dan tidak bisa berlayar. 
Berwarna-warni pula. Mereka tergeletak disudut sana. Sungguh malang. Ah aku lupa, kalian bahkan tak tahu sudut mana yang ku maksud. Baiklah, Ini semua terlihat seperti omong kosong. 

Lagi lagi terjadi percakapan dikepalaku. Bukan seperti sebelum2nya, percakapan diriku dengan diriku, diriku dengan otakku, diriku dengan siapapun. Entahlah. ini lebih ke konferensi. Terlalu ramai. Apakah karena kali ini topik nya tentang hati, jadi organ-organ yang lain ikut memberikan pendapat. Entahlah untuk yang kedua kali.

Sedikit omong kosong lagi, sepertinya ini akan memakan dua halaman bahkan lebih. Bukan lagi paper.. tapi papers. Dan aku tidak menjamin, kosa katanya akan mulus~ mari ku perjelas. Mengapa semua makhluk di muka bumi, jika itu tentang hati semuanya jadi lebih sensitif. Kalian sepertinya sedang jatuh cinta kawan. Berbicara soal ini aku tak tahu banyak. Mungkin kalian lebih tahu. Aku hanya bisa berargumen sedikit. Sepertinya benar, jika kita tertarik kepada seseorang secara tidak langsung radar neptunus kita akan muncul. 

Dimanapun dia, sejauh apapun dia. Selama mata kita bisa menangkap, meskipun hanya terlihat seperti sebuah titik hitam yang aneh. Kita akan tahu itu dia. Di tengah keramaian pun kita bisa mengenalinya. Dan jika yang kita beri julukan ‘dia’ ini juga mengeluarkan radar neptunus.. maka keduanya akan saling terhubung. Apakah benar begitu? Entah.

Semakin hari, senyuman sering merekah tanpa kita sadari. Dan kita semakin semangat menjalani hari-hari. Tentunya bukan karena teman. Tetapi karena dia. Meskipun, teman tidak begitu berperan dalam semangat ini.. tapi jika mereka pergi entah mengapa semangat ini akan menjadi mines nol. mau seberapa banyak pun ‘dia’ di muka bumi. Kita memerlukan keduanya. Dia dan kawan. Dan, Hei apakah kau mengerti, jika hanya satu radar neptunus yang bekerja. Bolehkah aku menyebutnya seperti secret admirer? 

Ah jika itu, aku punya satu ketika dibangku sma. Dengan tingkat serius nomor dua. Sejujurnya itu lebih membahagiakan, di banding kedua radar saling terhubung. Lebih seru, sebelum semuanya menjadi lebih serius. Serius yang kumaksud ini ada dua. 
Satu; radar satunya mengeluarkan radar tetapi malah berbelok ke radar lainnya. Padahal, radar kita tepat dihadapannya. Dua; radar satunya mengeluarkan radar dan mencoba menghubungkan radarnya kepada radar milik kita. Tetapi kita terlalu takut untuk menerimanya. Dan memilih meng-non aktifkan radar kita, memilih tetap menjadi secret admirer. Secret admirer for secret admirer

Itu tidak akan merubah keadaan sepertinya. Dan kemudian, hati ini mengeluh. Mengeluh karena ingin menjadi orang-orang yang berada disekitarnya. Menyumpah sedikit untuk orang yang hendak merebut posisinya. Posisi yang bahkan dia abaikan.

Kali ini organ lainku mulai berpendapat. Semua perasaan campur aduk ini, semua dagdigdug, semua rona merah dipipi (akupun belum pernah melihat rona ini secara langsung), semua hal sehingga kita memilih untuk berpacaran. Semua itu hanyalah trik-trik dari langit. Beberapa pengecoh iman. Seberapapun terlihat betapa baiknya, seberapa tidak berbahayanya.. mereka tetap pengecoh. Pengecoh yang khusus dibuat untuk kita. Makhluk ciptaan. Dan kadang aku sedikit terkecoh dengan dagdigdug yang dikeluarkan oleh organ lainku ini.

Bukan karena aku religius, tapi salah satu organku mungkin saja cukup religius. Hei, aku bisa membedakan mana baik mana buruk. Dan aku malah tetap memilih melakukan banyak keburukan. Entah mengapa kadang aku tidak memperhatikan organ ku yang masih terhubung dengan langit. Organ religius. Dan apakah organ itu?aku mulai bertanya-tanya. Hati sepertinya. Entah kenapa, otak dan jantung ini menunjuk hati sebagai pelakunya. Berbicara soal iman, shalat ku masih penuh lubang. Dan aku sering melakukan kebohongan, meskipun hanya kebohongan kecil. Kebohongan dengan maksud mengerjai orang lain. Dan aku sadar, semakin dilakukan semakin menumpuk. Maka jadilah big liar. 

Aku senang melakukannya,aku tak tahu mengapa. Mungkin ini efek umurku menjelang 17 tahun. Hoam. Dan setelah itu aku akan mencoba untuk tidak melakukannya. Sesuai dengan keinginan orang tuaku tentunya. Melakukan kewajiban seorang muslim.

Selasa, 04 Maret 2014

Yang aku suka itu..

Diposting oleh Trimeilana di 08.16 2 komentar

Aku tak suka ketika senja tak jingga
Aku tak suka ketika hujan tak deras
Aku tak suka ketika matahari tak sejuk
Yang aku suka ketika bulan bercerita tentangmu..


Jumat, 21 Februari 2014

Tak ada jawaban apapun disini

Diposting oleh Trimeilana di 08.41 0 komentar

Mengapa kau bertanya pada tiada?
Tentu saja kau akan menemukan hampa
Hampa yang berarti kosong
Kosong berarti tiada
                Mengapa kau bertanya pada hujan?
                Tentu saja mereka akan mengeluarkan jawaban yang sama
Setetes demi tetes
                Akan menjadikan rasa kopiku tawar
                 

Rabu, 05 Februari 2014

Syalala

Diposting oleh Trimeilana di 04.15 2 komentar

    Saya rasa..sekaranglah saatnya untuk menempuh hidup baru.. Ataukah berubah menjadi anak ayam..Ohtuhan kenapa di fkg mesti serumit ini? Apa yg harus ku lakukan? Umur ku belum terlalu tua untuk menghadapi dunia kampus ini.. Pelajaran apa ini? Unsur apa itu? Awalnya saya mengira kuliah itu mudah seperti upil, sepertti di FTV. Tapi setelah melihat asistennya..mengkristal lah saya. Mau tidak mau harus belajar kerazzz. Awalnya kita harus belajar keras,setelah lama kemudian jadilah hatiku mengeras*nahloh.
         Molarkah? Insisivus kah?apalah itu namanya. Baru saja berpaling 10 detik untuk menguap,loh entah apa lagi yang mereka ucapkan. Hfffft.ataukah.. Sebenarnya saya ditakdirkan menjadi model atau artis yah? atau.. Jkt48 generasi ke tiga? Cerdas! Jadi dokter itu..susah! Belum kena marah dosen,senior, tambah asisten pula. Marahnya itu bukan seperti marah pada umumnya. Ini beda. Percayalah.. Belum lagi pelajarannya yang serumit ini. Hoam! saya berpikir untuk pindah..tapi kemana? Kalo mau sukses ya memang sih harus bersusah susah dulu. Tapi bagaimana ya.. Yasudahlah mari ikuti arus. Hidup itu mudaaah~ jadi artis misalnya(?) haha. Oke.Back to realita. Sekarang saya harus menghafal semua unsur2 dan kawanannya yg lain. saya harus mempelajari semuanya. Agar..tidak terlihat terlalu bodoh (?)  Babay..
    
     

Sabtu, 01 Februari 2014

Kelinci

Diposting oleh Trimeilana di 11.34 0 komentar
Maju atau mundur?
kanan atau kiri?
Lompatan mana yang harus ku ambil kelinci?
                                                     
                                    Halo kelinci dibulan..
                                    Ku sedang mencari musik
                                    Musik yang cukup berisik
                                    Cukup dengan hanya kerincing

halo kelinci dibumi..
ku butuh bantuanmu
berikan aku Serpihan nomor telfon surga
agar aku bisa bahagia

                                    Kelinci di tengah jalan
                                    Seratus lima belas..
                                    Halo wortel kecil
                                    Berhentilah memelas
                                   

                                   

Sebuah paragraf pendapat

Diposting oleh Trimeilana di 11.04 0 komentar
Kadang menurut kita itu hal kecil
tapi mungkin menurut mereka itu permasalahan
apa yang kita tangisi berbeda dengan apa yang mereka tangisi
Yap.mereka untuk makan saja bingung. Untuk minum juga masih berpikir.
mereka selalu bingung dengan hari esok.
sedangkan kita? Kita hanya bisa menghabiskan uang orangtua kita.
kita membingungkan hal yang seharusnya tidak perlu
Seperti 'Guys,kita hangout kemana lagi?' dan blablabla
Kita sering merasa bahwa kita lah yang paling terkasihani
jika begitu,lalu mereka apa?:D
kita selalu mengeluh ini itu
sedang mereka? Mereka sangat jarang mengeluh

Kita tidak salah apapun begitu pula mereka
dari awal mereka melihat dunia ini, dan pada saat pertama kali kita bernafas..
kita telah memiliki jalan dan takdir masing- masing
Angin berhembus pun telah diatur
begitu pula dengan kehidupan ini
berhentilah berlomba-lomba memiliki yang terbaru
berhentilah memamerkan sesuatu yang kita punya
Dont see someone just with ur one eyes. Keep it open both.

Terkadang saya masih heran dengan orang2 yang malas mencari uang di dalam tas mereka yang sebenarnya ada, ketika seorang pengemis datang meminta.
Saya juga heran ketika saya memberi uang kepada pengemis dan seketika orang lain mengucapkan untuk tidak memberikan kepada mereka,karena menurut mereka pada nantinya pengemis itu tidak mau berusaha. Dan terus meminta
Bukankah kita juga meminta? Kita selalu meminta sesuatu kepada orang tua kita. Yang kadang kita tidak butuhkan.
Begitupun dengan semua manusia. Bukankah berdoa itu termasuk meminta? Meminta kepada yang maha kuasa?
Apa salahnya kita memberi sedikit yang kita punya. Kita tidak akan jatuh miskin seketika kita memberikan sedikit kepada mereka. Ah yasudahlah.
Saya menjadi lapar melihat manusia-manusia.

Bacotan dengan logat:(

Diposting oleh Trimeilana di 10.03 0 komentar
Gue pen cerita nih. Kemarin kan gue ikut kaka gue tuh kerumah temannya. Eh tau-tau gue diramal. Malah ramalannya jelek-jelek lagiT.T ada juga sih yang bagusnya~ tapi kalo soal asmara...je to the lek.hft!
1.kalo diliat dari hidung, gue orangnya keras kepala,egois blablabla *sifat gue jelek amat yak kalo gitu-_-
2.nah ini lumayan bagus. Dari segi alis, gue dapat menjadi pemimpin dan bisa narik kesimpulan dengan baik. 
3.kemudian Garis tangan.. Ini nih yang paling panjang lebar. 
Gue mulai dari yang bagusnya dulu ya wkwk. Katanya gue nanti rezekinya bagus,semakin ke atas semakin meningkat.Terus ga pelit. Sering berbagi. Orang2 yg naksir gue banyak..tapi dari kalangan teman. Katanya org bisa suka kalo sdh kenal *tsahhhh. Terus katanya nanti gue bisa membuktikan kalo gue juga punya bakat~ bukan hanya faktor keberuntungan. Nanti akan ada orang yang menggantungkan kehidupannya ke gue. Entah itu adik atau keluarga yang lain
kalo yang negatifnya itu...Bukan negatif sih hanya bikin Down dikit haha,katanya nih ya katanya. Gue nanti dpt pekerjaannya itu dari rekomendasi org tua dan keluarga, bukan dari bakat gue sendiri. Tapi nanti pada akhirnya kemampuan gue akan keluar kok. *yes* . Kalo soal asmara nih katanya. Gue nanti akan punya hubungan yang panjangggg banget tapi ujung2nya akan kandas juga.wk. Terus... Nanti gue bakal menjalin 4 hubungan dlm satu waktu*gilaaa,gue ga jahat amat keleus-..- nah, diantara 4 orang itu bakal ada satu org jadi partner hidup gue yang didukung keluarga dan org tua gue (lagi-lagi karna itu) . Tapiiii, sampai sebelum dan setelah menikah bakal ada cowo yang ga bisa gue lupain.hfffftfft! Dalam waktu yang lama lagi. 
Sotta ah Sotta. Nyesek abis tuh kalo gituuu. Kita liat aja nanti.wleeee. Dia ngomongnya banyak sih. Tapi yang gue ingat ya cuman itu~
mau diramal???silahkan hubungi dia. Kalo menurut gue sih ya, ada betulnya juga.tapi ada juga yg beda haha. 
Selamat malam hahahaaha

 

swingswingland~ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos