Rabu, 20 April 2016

EEE

Diposting oleh Trimeilana di 08.47 0 komentar

Bila dunia membicarakanku, enyah saja. Aku buang wajah. Aku tak masalah. Dunia yang bermasalah~ Namun yang dianggap teman... lantas menjadi bagian dari dunia ? Berpendapat sama dengan dunia. Tentang diriku yang ada-ada saja ? Lantas aku harus berbuat apa ! Aku hilang remuk menanti. Katakan saja dengan tegas didepanku. Agar aku bisa berbenah diri. Aku ini bukan sedang marah. Ataupun gundah. Hanya saja kecewa banyak. Aku tak mempersalahkanmu. Mungkin benar aku ini bedebah pencari perhatian orang-orang. Sesuai pendapat sepihak olehmu yang atas dasar apa..? Tak bisa ku bayangkan. Disela canda tawa, kau menyelipkan sesuatu yang menyebalkan. Membuat hatiku penat. Tidak sekali, aku yakin kau mencoba berkali-kali. Tidakkah lebih baik kau ucap saja padaku? Aku menerima jasa pengiriman surat, bila kau sedang malas berucap. Aku ini tak perlu kodean, hipersensitivitasnya sudah tinggi soalnya. Hanya saja selalu menyamar polos. Didepan semua orang terlihat ceria. Bukan kebohongan, watakku mungkin memang sekacau ini. Maafkan saja. Ini bukan permohonan, namun saran. Pernah kucoba agar terlihat terpuruk hari-hariku. Untuk menghindari kesan yang seperti ini sekarang kau tuduhkan padaku. Serasa artis. Beradegan sana sini untuk mendapat empati. Bukan seperti itu caraku hidup. Biarkan aku bebas diluar. Karena dirumah takkan sempat. Terlalu banyak peraturan yang sulit kulanggar. Bicaralah, karena aku suka berkawan denganmu. Jangan berbicara tanpaku. Aku perlu ada disana untuk  melakukan pembelaan. Meskipun itu kau berbicara dengan teman yang lain atau dengan hatimu saja. Tak masalah.



Jumat, 15 April 2016

SO?

Diposting oleh Trimeilana di 21.05 0 komentar

Disaat si skripsi meminta jatahnya untuk segera dikerjakan

Disinilah aku yang akan makan meski tak lapar

Disinilah aku yang ingin tidur meski tak penat mataku

Disinilah aku yang sedang berusaha memahami gitar

Disinilah aku yang sibuk meskipun tak sibuk

Disinilah aku yang selalu membenarkan penundaan

Disinilah aku mencari alasan agar skripsi itu menyelesaikan dirinya sendiri.

Meskipun terlihat bodoh

Namun itu yang sebenarnya terjadi

Meskipun tawar

Itulah kenyataannya
                                               

Salam Hangat.
Mahasiswi Tingkat Akhir
Yang sedang berdiri ditepi kejenuhan


Minggu, 03 April 2016

ups! iam a secret admirer

Diposting oleh Trimeilana di 07.33 0 komentar

Matanya sayup
Bagaikan mengabaikanku yang ingin mendekat
Baik tampaknya
Namun aku yakin akan keraguanku
                                      Pandangannya akan terus dibumi
                                      Ketika kita berpapasan dibelokan jalan
                                      Sebenarnya itu bukanlah berpapasan
                                      Akulah yang merancangnya agar berpapasan
Pernah sekali berbicara dengannya
Malamku makin panjang jadinya
Empat kali bertemu mata dengannya
Membuat bulanku diusir matahari
                                      Tawanya menghadap ke utara
                                      Seseorang dari arah selatan menghampirinya
                                      Ketenangannya bagai pantai yang sedang tidur
                                      Namun ada ombak api ditatapannya
Aku tahu sejak dulu
Dia adalah matahari
Aku tahu sejak dulu
Malam dan matahari tak bersatu
                                       Lantas biarkan aku mengaguminya
                                      Jangan jauh-jauh
                                      Karena dia begitu mengagumkan
                                      Entah mengapa
Pertemuan yang kusengajakan
Pernah sekali tak ku sengajakan
Kali itu dia yang menghampiri pandanganku
Semua organ tubuhku merapatkan diri. Sesak.
                                      Bercerita tentangnya satu halaman tidak mungkin cukup
                                      Apakah dia bahkan tahu siapa diriku?
                                      Entahlah aku tak peduli
                                      Setidaknya aku tahu siapa dia
Bisa dibilang sangat jauh dari tipeku biasanya
Rambutnya tak bisa diayunkan oleh angin
Dia terlalu lembut
Untuk seseorang yang bising sepertiku
                                      Tiga kali dia masuk dimalam saat ku terlelap
                                      Di mimpi, ku puas memandangnya
                                      Aku ini bukan psiko
                                      Hanya saja, “malam ini sudikah kau jadi bunga ditidurku”
                                     

 

swingswingland~ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos