Bila dunia
membicarakanku, enyah saja. Aku buang wajah. Aku tak masalah. Dunia yang
bermasalah~ Namun yang
dianggap teman... lantas menjadi bagian dari dunia ? Berpendapat sama dengan
dunia. Tentang diriku
yang ada-ada saja ? Lantas aku harus berbuat apa ! Aku hilang remuk menanti.
Katakan saja dengan
tegas didepanku. Agar aku bisa berbenah diri. Aku ini bukan sedang marah.
Ataupun gundah. Hanya
saja kecewa banyak. Aku tak mempersalahkanmu. Mungkin benar aku ini bedebah pencari
perhatian orang-orang. Sesuai pendapat sepihak olehmu yang atas dasar apa..?
Tak bisa ku bayangkan. Disela
canda tawa, kau menyelipkan sesuatu yang menyebalkan. Membuat hatiku penat. Tidak sekali,
aku yakin kau mencoba berkali-kali. Tidakkah lebih baik kau ucap saja padaku?
Aku menerima jasa
pengiriman surat, bila kau sedang malas berucap. Aku ini tak perlu kodean, hipersensitivitasnya
sudah tinggi soalnya. Hanya saja selalu menyamar polos. Didepan semua orang terlihat ceria.
Bukan kebohongan, watakku mungkin memang sekacau ini. Maafkan saja. Ini bukan permohonan,
namun saran. Pernah kucoba agar terlihat terpuruk hari-hariku. Untuk
menghindari kesan yang
seperti ini sekarang kau tuduhkan padaku. Serasa artis. Beradegan sana sini
untuk mendapat empati.
Bukan seperti itu caraku hidup. Biarkan aku bebas diluar. Karena dirumah takkan sempat. Terlalu
banyak peraturan yang sulit kulanggar. Bicaralah, karena aku suka berkawan denganmu. Jangan
berbicara tanpaku. Aku perlu ada disana untuk melakukan pembelaan. Meskipun itu kau
berbicara dengan teman yang lain atau dengan hatimu saja. Tak masalah.


