Jumat, 14 Agustus 2015

Diposting oleh Trimeilana di 05.07 1 komentar

S
ayangnya,
Aku ingin kau membacaku tanpa harus ku tulis di jidatmu
Aku ingin kau tetap berkata meskipun aku membisu
Aku ingin kau sedingin batu kepada yang lain, tidak padaku
Namun sebelum itu 
Ada satu hal
Aku ingin kau menanyakan namaku. 

....
....
....
*gadis agresif
*hehe
*ujung-ujungnya modus




Rabu, 12 Agustus 2015

Diposting oleh Trimeilana di 01.47 0 komentar


Hai, saya tidak tahu mulai dari mana. Saya ingin beralih-alih menuju curhat namun muak. Lambat laun saya mulai paham betapa besarnya peranan sang waktu dalam give&take. Setiap orang punya sepinya masing-masing dan saya tidak perduli akan hal itu. Entahlah, mengapa saya merasa sepi padahal kehidupan diluar sana sangat bising. Tapi kali ini saya tidak akan bercerita tentang sepi yang saya alami. Saya sudah menyuruhnya untuk enyah jauh ke Pluto sana.
Seperti yang telah saya katakan tiap orang punya sepinya masing-masing dan saya tidak perlu perduli akan hal itu. Tapi kali ini, untuk pertama kalinya saya sadar ayah saya sedang berada diambang sepinya yang paling tinggi. Dan saya sedih. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya jauh dan saya tidak dapat memahami sepinya. Saya sudah mencoba namun saya masih belum bisa.
Ayah saya mengambil pensiun dini, dengan harapan dia ingin lebih bahagia. Namun kenyataannya, dia tipe seorang pekerja keras. Selalu mencari kegiatan sana sini. Hingga pada akhirnya terjadi beberapa perubahan. Dia menjadi seseorang yang sensitif. Selalu marah dengan dunia. Marah pada semuanya. Marah kepada dirinya yang lebih parah. Ayah saya menjadi tidak suka liburan, padahal dahulu dialah seorang yang selalu menjadi pencetus liburan.
Waktu itu saya masih tidak terlalu perduli. Saya masih sibuk dengan dunia yang ayah tidak ada didalamnya. Semakin berkembangnya waktu. Saya mengetahui kondisinya. Ayah selalu tidak bisa tidur, dan selalu menangis dimalam hari dengan doa-doa di sholat malamnya. Seorang diri. Pencetusnya apa? Hanya karena persoalan yang sangat-sangat sepele. Bahkan menurut saya itu bukan lah sebuah persoalan.
Ayah selalu merasa sendiri di dunia ini. Ayah selalu bersedih mengingat kedua orang tuanya yang bahkan saya tidak pernah temui sebelumnya. Ayah saya lupa memiliki kami, mungkin saja. Saya mengingatkannya setiap hari. Saya hanya takut sepinya mengalahkan dirinya.
Jam 3 dini hari ayah mengirim pesan. Saya tahu ayah saya sedang tak bisa tidur. Otaknya dipenuhi pikiran-pikiran negatif mengandung unsur sepi yang mendalam. Yang itu saya tidak bisa pahami. Ayah bersabarlah. Hingga saya bisa memahami, mungkin disaat itu juga saya akan pulang dengan membawa hal yang bisa mengobatinya. Hiduplah dengan sehat, dan jangan lupa bahagia.

-          Putri Bungsu.  

Sabtu, 08 Agustus 2015

PART 1 - Pertemuan

Diposting oleh Trimeilana di 07.42 0 komentar

Sebut saja namanya Ratna. Seorang gadis dengan rambut hitam berponi, yang sedang beranjak 14 tahun. Gadis yang memiliki cukup banyak teman. Banyak pula yang bukan kawannya, namun sekedar saling tahu wajah dan nama. Tak kurang tak lebih. Bisa dikatakan dia cukup beruntung dapat bertemu teman-teman yang bisa memahami dirinya. Teman-teman yang cukup populer dikalangan sekolahnya. Namun, selain dari teman-temannya ini orang-orang mengenalnya dengan gadis dingin yang sulit untuk diajak berteman. Menurutnya, tak sedikit orang yang pernah membicarakan dirinya. Ketika sedang berjalan ia sering mendengar bisikan namanya. Entah itu hal baik ataupun buruk dia tak peduli. “Jangan coba-coba dekati Ratna, dia gadis jutek dan cuek. Percayalah, sudah banyak yang mencoba”. Ternyata benar orang-orang membicarakannya. Tak jarang pula, dia di juluki sebagai ‘Gadis Es’ akibat tatapan mengintimidasi dan senyum nya yang minim. Namun sejujurnya dia anak yang supel dan periang di waktu-waktu tertentu. Kapan? kadang-kadang atau pada saat dia sedang bersama keluarganya. Pada waktu itu dia masih memiliki cinta pertama yang tak pernah dia katakan. Cinta monyet. Cinta pada saat sekolah dasar. Tapi, cerita ini bukan tentang cinta pertama ataupun pacar pertamanya. Hanya saja orang lain~.
Kehidupan percintaannya dimulai pada saat duduk di kelas 3 SMP. Dia salah satu tipe gadis yang ragu, cuek,dan....takut dalam hal seperti ini. Namun, mau tak mau hal percintaan akan mendatangi kehidupan tiap gadis normal didunia ini. Termasuk Ratna. Setelah kisah dengan cinta dan pacar pertamanya berakhir dengan singkat di sertai embel-embel sakit hati, dia memutuskan berhenti bermain dengan hatinya. Oh ya, pacar pertama dan cinta pertama (yang menjadi pacar kedua) -nya memilih meninggalkan Ratna. Untung saja Ratna bukanlah tipe gadis yang rapuh dalam hal seperti ini. Dia tetap ceria dengan beberapa kawannya. Lalu... beberapa saat kemudian cerita cinta nya yang cukup panjang pun dimulai.
Mengikuti sebuah bimbingan belajar disuatu tempat, merupakan pilihan yang baik dilakukan Ratna dan kawan-kawannya jika di ingat-ingat mereka tengah berada di tahun terakhir SMP yang sebentar lagi akan mengikuti ujian.  Meskipun pada awal mengikuti les, mereka selalu bolos dan pergi bermain entah kemana. Hingga pada saat mereka tahu bahwa sudah saatnya untuk serius belajar.
Di suatu sore yang mendung Ratna berlari di koridor tempat lesnya, sesaat setelah menyapa tentor yang tengah melayani beberapa calon murid baru yang sedang mendaftar mengikuti bimbingan belajar juga, sama seperti dirinya sebulan yang lalu. Jam menunjukkan pukul 15.25. Ah telat pikirnya. Badannya terhenti seketika seseorang menabrak ujung bahunya. Sosok yang menabrak hanya menoleh sinis sekilas lalu melanjutkan jalan setengah larinya itu. Ratna sepertinya menyukai orang itu. ‘ah mengapa rasa suka ku ini jadi murahan begini.’ Batinnya kesal. Alhasil, setelah berlari naik tangga dia diusir dari ruangan agar menunggu hingga jam kedua tiba. Tanpa disadari Ratna memikirkan sosok yang bertemu dengannya tadi.

“ Katanya sih si *tiiit* bakal mulai masuk hari ini dikelas VIP”,
“Oh ya? Dia adiknya *tiiiit2* kan? Sekolah dimana dia?”
“Iyaaaa, katanya sih cakepan yang ini.hohoho, dia di sekolah itu loh xxxx”

Ratna hanya manggut-manggut mendengar teman-temannya bercerita tentang apalah itu yang sampai membuat kehadiran Ratna tak ada artinya. Huh sedih. *eh kenapa jadi alay begini ceritanya...
Pelajaran les kedua telah berakhir. Bunga (teman Ratna) merapikan barang-barangnya segera lalu berkata “Ku tunggu di bawah ya, mau lihat si *tiiiiit* penasaran abis nih”. Di susul dengan Bulan,Bintang,Kejora di belakangnya. (Btw lagi malas pikir nama yang bagus ya heuheu) Dan terakhir baru lah Ratna dan Tari yang berjalan di belakang teman-temannya. Sepertinya kelas mereka yang paling pertama keluar ruangan jadi masih sepi. Seketika saja pintu ruangan kelas B dan C terbuka, jadilah mereka berdesakan ditangga hihi. ‘Ah cowok yang tadi sore’ batin Ratna. Ratna terdiam melirik pemandangan yang berjalan itu beberapa menit sehingga membuat dirinya berada di rombongan paling belakang. Melihat punggung sosok itu menjauh.  ‘Ingat na, masih ada pacar. Belum putus. Paling bentar lagi diputusin na. Dia kan ada cewe lain’ Batin Ratna lagi. (Pada saat itu, cerita cinta Ratna dengan cinta pertamanya belum berakhir. Hanya saja ku malas membahasnya heho).
Mencari teman-temannya untuk diajak ke tempat makan lalu pulang ke rumah, Ratna malah mendapati teman-temannya sedang membicarakan sesuatu. Membicarakan hal yang tadi sepertinya. Di bagian lain terdapat segerombolan cowok. Anak les lainnya. Ada beberapa yang sedang bercanda tawa, sedang berkaca di spion miliknya ataukah spion motor orang lain. Entahlah. Dan ada juga seseorang yang sedang duduk santai diatas sebuah motor biru. Seseorang yang sedari tadi membuat Ratna penasaran. Seseorang yang terlihat tidak banyak bicara seperti yang lainnya. Mendengar teman-temannya sepertinya sedang membicarakan sosok itu, Ratna pun memilih bergabung karena penasaran.
‘Oalah, namanya Galih toh’ Batin Ratna.
*Bersambung...
***

Minggu, 12 Juli 2015

Diposting oleh Trimeilana di 08.57 0 komentar


Tak ada yang salah denganmu
Mungkin saja salahku
Tapi kalau boleh berpendapat
Kenyataan lah yang merupakan sebuah kesalahan
Karena tidak membenarkan mimpi kita
Mimpi kita yang dulu ingin bersama

Minggu, 14 Juni 2015

Last Day in 17

Diposting oleh Trimeilana di 09.26 0 komentar

Sekarang saya kehabisan topik tapi ingin bercerita,hihi. Ini sedikit alih beralih ke curhatan. Saya ingin bercerita tentang benda-benda milik saya yang mungkin saja tidak tenang jika saya lah pemiliknya. Entah mengapa, mereka sering hilang dengan cara sangat-sangat misterius. Tanpa jejak. Terkadang salah satu dari mereka kembali dengan sendirinya. “Benda tahu kemana harus pulang” sepertinya. Terkadang juga saya salah meletakkannya tapi saya tidak pernah merasa menyimpan ditempat itu, tapi mereka ada disana. Menunngu dijemput. Sial mereka tak tahu kemana harus pulang. Tapi ada pula yang lenyap seperti tidak pernah ada. Jika saya bertanya keorang-orang mereka berkata saya tidak pernah memiliki barang seperti itu. Hahehihuho. Maksud L/// Lupa. Ya saya pelupa ternyata. Muehehe

Kali ini saya akan bercerita nelangsa riang tentang benda-benda itu. Seketika saya masih berseragam putih biru, saya meminta untuk dibelikakan cincin emas pada orang tua saya. Akhirnya, saya dan kakak2 saya pergi ke toko emas. Sekitar 1 atau 2 minggu kemudian, saya tidak melihat keberadaan cincin itu. Dan saya santai. Ya begitulah. Ketika saya khawatir dengan cincin itu, saya mencarinya. Teng ding deng dia tidak ada sama sekali dimanapun. Dan saya sangat yakin cincin itu berada didalam rumah. Akhirnya saya marah kepada seluruh orang rumah yang tidak dapat menemukan cincin itu (anak labil smp). Hihi. Lalu, beberapa saat kemudian saya meminjam novel seseorang. Saya mengingat dengan jelas, saya telah membaca lebih dari setengah novel itu lalu meletakkannya di meja untuk makan malam. Ketika saya ingin melanjutkannya lagi2 benda ini lenyap. Dan saya santai. Ketika sang pemilik menagih, saya keliling mencari dan tedengggg nihil. Lagi-lagi saya marah pada seluruh isi rumah yang tidak dapat menemukannya (masih labil). Dan pada akhirnya saya mengganti novel itu. Sewaktu SMA, sepertinya saya sudah tidak labil lagi. Saya mengambil dompet dan berjalan kekantin bersama teman2 saya sesampainya dikantin nah dompet saya lenyap. Saya kembali ke kelas untuk mencari  dan tak ada. Sepertinya dibawa angin. Saya kurang mengingat dengan jelas kelanjutannya.  Tapi kali ini saya tidak mengamuk pada orang rumah, saya hanya menangis miris dirumah. Kejadian-kejadian ini sangat benar-benar merugikan kantong orangtuaku:’’’’ benda-benda milik orang lain yang selalu kuhilangkan mau tidak mau harus ku gantikan yang baru:’’’ salah satu benda orang lain yang selalu ku hilangkan yaitu flashdisk. Muehehe. Benda itu sekecil upil bulat yang mudah hilang hiks. Dan masih banyak lagi benda-benda yang tak ingin menjadi milikku.
 

Selanjutnya, yaitu Lupa. Tapi gejala ini sering muncul saat ketika duduk dibangku kuliah. Mungkin saja karena kehidupan kuliah sangatlah keras, sehingga terkadang membuatku lingu. Terkadang saya hampir lupa membawa tas kekampus. Untung saja, saya selalu teringat sebelum kendaraan nya jalan. Apakah semua ini karena ketika SMA saya malas membawa tas-_-entah. Hal itulah yang terkadang membuat saya enggan membawa tas kemana-mana. Dan juga, saya akan merasa seperti terbang ketika tidak ada tas.alay muehehe. Beberapa bulan ini, benda2 milikku selalu tertinggal. Entah itu diwarung, di indomaret,dan di conter ATM. Santaiji ^^ beberapa waktu lalu dompet saya ketinggalan diwarung belakang rumah, nah dua hari kemudian handphone saya tertinggal dan saya mulai lelah untuk mencari barang2 yang tercecer. Nah hari minggu kemarin kunci rumah saya ketinggalan lagi diwarung itu. Penjaga warung itu akhirnya sabar dengan tingkahku. Dia selalu mengembalikan barang2 milikku tepat digerbang rumahku;3 yeah. Yang paling terbaru yaitu ATM milik ku entah dimana. Sekarang saya benar-benar lelah keliling mencari, akhirnya saya memilih membuat ulang. Sesampainya dibank, satpam itu seperti mengenali saya, lalu mengatakan bahwa setelah menarik uang kemarin saya meninggalkan ATM itu begitu saja. Dunia ini penuh orang-orang baik yang selalu menemukan benda-benda itu. Much love everybody^^
 

Selagi membuat cerita ini saya tengah menikmati sphagetti. Seharusnya ini sangatlah lezat. Tapi sepertinya sebentar lagi saya akan terkena Hipertensi ataupun penyakit kardiovaskuler akibat kelebihan garam/// saya sudah terlalu sering mengonsumsi garam selama 17 tahun ini. Apalagi semenjak saya menginjak dapur. Apabila seseorang mengkonsumsi satu gram garam per kilogram berat badannya, hal ini dapat menyebabkan orang tersebut kehilangan nyawanya.Ya dan sekarang kepala saya oleng setelah memakan spaghetti yang terlihat lezat ini. Sekian. Selamat malam.



Kamis, 04 Juni 2015

Diposting oleh Trimeilana di 07.11 0 komentar

Would I Meet Someone Else in Future

Or I Just Meet You Again

Selasa, 19 Mei 2015

HAI

Diposting oleh Trimeilana di 00.44 0 komentar

Hai lama tidak berjumpa
Apa kabar?
Sepertinya kau sedikit terkejut melihatku
Kau  tidak nyaman sepertinya
Aku menyamankan diri dengan yang lain
Tidak padamu.
Tapi,
Mengapa kau tahu tentangku?
Yang sepertinya dulu tak kau tahu.
Aku mulai heran,
Permainan apa lagi ini?
Kau mulai mengajak ku bicara
Dan melakukan beberapa hal untukku
Suatu kejadian yang membuat kita berbicara panjang
Percakapan menjelang pagi lumayan juga
Sambil menahan mata yang hampir terlelap
Yang lain sudah ada yang terlelap
Aku mengubah posisi dudukku untuk melanjutkan percakapan
Kau juga mengubah posisimu
Memang bukan percakapan yang dalam
Tapi kau tertawa dengan mata menahan ngantuk pula
Ini mimpi barangkali
Bolehkah aku bertanya?
Mengapa waktu itu kau pergi?
Meskipun aku tahu mengapa
Setidaknya kau perlu tahu bahwa aku tahu
Bodoh
Aku rasa itu tidak perlu
Disaat ku lambaikan tanganku padamu,
Kau hanya dengan ekspresi datarmu
Ku rasa kita memang tidak akan berjumpa lagi
***

Selasa, 05 Mei 2015

Hahaha

Diposting oleh Trimeilana di 05.52 0 komentar
Jika tahu hal itu..
Dia akan bergegas

Mengetahui perasaannya telah dikelabui..
Dia pasti akan berlari melupakan

Dia lari dan lari dan lari
Dan kau berbuat?

Hanya terdiam tanpa menganggapi
Karena kau miskin akan pengetahuan tentang kenyataan

Kau terlalu naif
Untuk soal perasaan
*** 



Diposting oleh Trimeilana di 05.41 0 komentar

How can i feel what i feel when i feel dont know about that feel~


Diposting oleh Trimeilana di 05.31 0 komentar
"Wanita lebih suka mengabdi pada kekinian dan gentar pada ketuaan..
mereka dicengkam oleh impian tentang kemudaan yang rapuh itu dan hendak bergayut abadi pada kemudaan impian itu. Umur sungguh aniaya bagi wanita"
- Pramoedya Ananta Toer

Senin, 20 April 2015

HWHW

Diposting oleh Trimeilana di 23.18 0 komentar

Ditempat ini terlalu banyak apa dan mengapa. Banyak orang-orang hebat ditempat ini. Banyak pula orang-orang yang lebih hebat dan berpotensi namun tertutupi oleh batasan. Batasan apakah itu? Batasan yang apabila dipertanyakan akan malah menambah kuat batasan tersebut. SKapankah kita dapat mengubahnya jika semua ini bisa jadi bersumber dari sumber tempat ini dibentuk. Entah sejak kapan. Ah sialnya takdir saya ditempat ini.

Waktu itu saya hanya mengamati sedikit dan menginginkan sebuah perombakan terjadi disini. Namun, setelah saya mengamati lebih lama saya mulai paham satu per satu. Ternyata sangat besar pengaruh budaya terdahulu ditempat ini, yang sepertinya diwajibkan untuk diterapkan turun temurun. Entah mengapa saya merasa bahwa pembatas ini akan semakin dibuat tebal oleh beberapa oknum. Beberapa oknum yang mungkin saja sedang di awasi oleh oknum lainnya. Sedikit pergerakan tambahan yang tidak diinginkan akan dihilangkan oleh mereka. Itulah yang saya lihat ditempat ini. Ataukah hanya firasat. Lol.

Saya heran. Yang saya tangkap entah itu benar atau tidak, mereka melihat pergerakan tambahan lainnya merupakan sebuah ancaman. Entah itu ancaman apa, sehingga dikatakan ilegal sana sini oleh mereka. Sebagai alasan.  
Ada pula orang-orang yang tak tahu apa-apa dijadikan muslihat peperangan politik ditempat ini. Banyaknya perbedaan pendapat, membuat tempat ini ber-kubu. Manusia berkedok manusia.

‘manusia teralu sering bertepuk hanya sebelah tangan’  

Hai! orang-orang yang dibatasi. Berkembang lah diluar sana. Dunia ini sangat besar dan temanku semesta akan mendukungmu.  


Perjalananku masih panjang. Saya harus menutup mata dan telinga. Saya tak perlu mengamati lagi, saya tak perlu memikirkan ini karena sesegera mungkin saya hanya akan mengambil ilmunya dan pergi. Semoga saja saya tidak terlibat akan peperangan politik atau apalah yang terjadi didalam sana. Oh ya, saya akan menutup mulut juga. Rumornya.. ditempat ini tembok pun bisa mendengar.

Sudahlah.
membuat perutku gembung sejadi-jadinya.
* * *

Rabu, 15 April 2015

Kebersamaan Dalam Sepucuk Pengabdian'13

Diposting oleh Trimeilana di 08.33 0 komentar

FKG UH'13 goes to Galesong with Panti Asuhan blablabla:p



too lazy make some caption. thankyou:*

Diposting oleh Trimeilana di 07.06 0 komentar

Kau terlalu banyak mengeluh
Sehingga membuat semuanya menjadi sulit
Kau terlalu takut membuat kesalahan
Sehingga tak satupun kebenaran yang kau perbuat
Maka kau itu adalah aku

Jumat, 20 Februari 2015

phoem^^

Diposting oleh Trimeilana di 03.52 0 komentar



I will be the gladdest thing under the moonlight
I will touch a haundred flowers and not pick one
I will run away from this earth to this earth again
Because this earth had been paradise since a long time
 Just never seen in human eyes



Sabtu, 14 Februari 2015

Diposting oleh Trimeilana di 07.14 0 komentar
Hatimu tetaplah raja akan tubuhmu tak perduli otak jauh lebih cerdas, semua percuma saja

apakah aku benar-benar omong kosong (?)

Diposting oleh Trimeilana di 06.53 0 komentar

Melihat dialog mereka

Yang berbaur senafas

Betapa bodohnya aku..

Yang terlihat seperti omong kosong disini

 

swingswingland~ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos