Menepati janji pada diri sendiri ternyata tidak seburuk itu. Berbicara tentang waktu, bahkan 5w 1h pun kurang. Berbicara tentang waktu, yang ada waktu kehabisan waktunya. Lantas, kapan waktu dikatakan kurang? waktu itu, waktu ini, dan waktu nanti? 10 menit, 12 jam, 14 hari, 2 tahun? Oh jadi sudah diputuskan malam ini temanya waktu.
***
Coba lihat dirimu waktu itu, mengapa saat menunggu, waktu lama berlalu dan saat in hurry waktu jadi cepat, saat senang waktu sangat kurang, saat menderita waktu seakan tiada habisnya? oke, jawabannya psikologi seseorang. Next. Coba temukan alasan, kenapa kau memakai jam tangan? apakah kau menganggap waktu adalah kesempatan, uang, atau karya? ataukah hanya agar terlihat sibuk bagi orang lain? sambil melirik jam tangan emas mu itu? atau jangan-jangan sama sepertiku, menyukai warna jam tangan yang diberikan padaku. Jika option pertama yang kau pilih, lantas setelah mendapatkan keinginanmu, apa yang terjadi selain adanya keinginan baru? lagi-lagi kau membutuhkan waktu. Oke. sekarang kau sedang berada dalam hubungan percintaan yang akan segera berakhir, kau tahu itu. Jadi kau sangat memohon pada tuhan agar waktu berhenti. halah jangan harap. yang ada kau extend, extend dan extend hingga lebih dari waktu yang kau butuhkan. Kau tahu kenapa sang waktu benci pada kita, manusia? karena kebanyakan dari kita tidak pernah puas dan bersyukur.
btw, aku tak suka pembahasan ini. tiada habisnya. Bahkan hingga kau mandi 17 kali, aku masih sanggup membahas waktu ini. Karena orang yang paling kaya akan waktu adalah orang yang kehabisan waktu. Jadi, mari kita akhiri dengan biasa saja.
Ingat, jangan terlalu mengejar waktu. bisa jadi dia tidak suka dikejar. dan bisa jadi juga dia jadi seenak semenanya mengatur bahagiamu. permainkan saja dia. agar dia menyodorkan dirinya padamu. hingga saatnya kau sudah tidak peduli dan membutuhkan jam tangan hanya sebagai pelengkap tanganmu yang rasanya kosong itu.
sebenarnya, dibumi ini kita disuruh melakukan apa ya? saling kejar kejaran dengan waktu, bahkan waktu tak tahu kalau sedang dikejar
jadi barusan adikku menanyakan padaku sedang berbuat apa
"sedang buang buang waktu, sana tidur" jawabku.
oh ya, jangan lupa menghitung kata waktu yang kugunakan dalam paragraf ini.
hanya satu waktu yang kusayang. waktu tidurku tentunya.