Kalau saja ku tahu akhir dari waktu
Mungkin tak sesedih ini
Kalau saja ku tahu akhir dari waktu
Mungkin saja jujur aku padamu
*sok galau
*biasaa remaja tingkat akhir
Sabtu, 29 Oktober 2016
Sekarang berubah kota ini
Jadi biru lalu rindu
Jadi merah lalu sedih
Seperti, siapa lagi kalau bukan kamu?
Ehehe
*si labil
Jadi biru lalu rindu
Jadi merah lalu sedih
Seperti, siapa lagi kalau bukan kamu?
Ehehe
*si labil
Senin, 10 Oktober 2016
Senin, 19 September 2016
Sudah lama
Di Kota ini
semua tentangmu.
Dan rindu ini
masih selalu dirimu
Rinduku
semakin rindu di kota ini
Rindu yang
bersembunyi dalam sunyi dan begitu gaduh
Sangat
menunggu kau datang untuk berbagi kerinduan
Mencari sosokmu yang beberapa tahun lalu
Lalu, tak
kunjung datang
Sesakit ini,
menanti itu?
Rindu ini
seenak semenanya
Bisa gila
aku
-11
september 2016
Jumat, 02 September 2016
Bahkan sekarang
malam bukan lagi milikku
Bahkan sekarang tak
ada persoalan hatiku
Bahkan sekarang tak
ada seorang pun milikku
Sangat hambar
rasanya
Bahwa kenyataannya
Disini hanya aku dan
sehelai pakaian
Yang sedang terlena
akan dunia ramai yang sepi
Saling tawar menawar
meminta kehidupan yang lain
Tak bisakah?
-3 Agustus
2016
Rabu, 20 April 2016
EEE
Bila dunia
membicarakanku, enyah saja. Aku buang wajah. Aku tak masalah. Dunia yang
bermasalah~ Namun yang
dianggap teman... lantas menjadi bagian dari dunia ? Berpendapat sama dengan
dunia. Tentang diriku
yang ada-ada saja ? Lantas aku harus berbuat apa ! Aku hilang remuk menanti.
Katakan saja dengan
tegas didepanku. Agar aku bisa berbenah diri. Aku ini bukan sedang marah.
Ataupun gundah. Hanya
saja kecewa banyak. Aku tak mempersalahkanmu. Mungkin benar aku ini bedebah pencari
perhatian orang-orang. Sesuai pendapat sepihak olehmu yang atas dasar apa..?
Tak bisa ku bayangkan. Disela
canda tawa, kau menyelipkan sesuatu yang menyebalkan. Membuat hatiku penat. Tidak sekali,
aku yakin kau mencoba berkali-kali. Tidakkah lebih baik kau ucap saja padaku?
Aku menerima jasa
pengiriman surat, bila kau sedang malas berucap. Aku ini tak perlu kodean, hipersensitivitasnya
sudah tinggi soalnya. Hanya saja selalu menyamar polos. Didepan semua orang terlihat ceria.
Bukan kebohongan, watakku mungkin memang sekacau ini. Maafkan saja. Ini bukan permohonan,
namun saran. Pernah kucoba agar terlihat terpuruk hari-hariku. Untuk
menghindari kesan yang
seperti ini sekarang kau tuduhkan padaku. Serasa artis. Beradegan sana sini
untuk mendapat empati.
Bukan seperti itu caraku hidup. Biarkan aku bebas diluar. Karena dirumah takkan sempat. Terlalu
banyak peraturan yang sulit kulanggar. Bicaralah, karena aku suka berkawan denganmu. Jangan
berbicara tanpaku. Aku perlu ada disana untuk melakukan pembelaan. Meskipun itu kau
berbicara dengan teman yang lain atau dengan hatimu saja. Tak masalah.

Jumat, 15 April 2016
SO?
Disaat si skripsi meminta jatahnya untuk segera
dikerjakan
Disinilah
aku yang akan makan meski tak lapar
Disinilah aku yang ingin tidur meski tak penat
mataku
Disinilah
aku yang sedang berusaha memahami gitar
Disinilah aku yang sibuk meskipun tak sibuk
Disinilah
aku yang selalu membenarkan penundaan
Disinilah aku mencari alasan agar skripsi itu
menyelesaikan dirinya sendiri.
Meskipun
terlihat bodoh
Namun itu yang sebenarnya terjadi
Meskipun
tawar
Itulah kenyataannya
Salam Hangat.
Mahasiswi Tingkat Akhir
Yang sedang berdiri ditepi kejenuhan
Minggu, 03 April 2016
ups! iam a secret admirer
Matanya
sayup
Bagaikan
mengabaikanku yang ingin mendekat
Baik
tampaknya
Namun aku yakin akan keraguanku
Pandangannya
akan terus dibumi
Ketika
kita berpapasan dibelokan jalan
Sebenarnya
itu bukanlah berpapasan
Akulah yang merancangnya agar berpapasan
Pernah
sekali berbicara dengannya
Malamku
makin panjang jadinya
Empat
kali bertemu mata dengannya
Membuat bulanku diusir matahari
Tawanya
menghadap ke utara
Seseorang
dari arah selatan menghampirinya
Ketenangannya
bagai pantai yang sedang tidur
Namun ada ombak api ditatapannya
Aku
tahu sejak dulu
Dia
adalah matahari
Aku
tahu sejak dulu
Malam dan matahari tak bersatu
Lantas biarkan aku mengaguminya
Jangan
jauh-jauh
Karena dia
begitu mengagumkan
Entah
mengapa
Pertemuan
yang kusengajakan
Pernah
sekali tak ku sengajakan
Kali
itu dia yang menghampiri pandanganku
Semua organ tubuhku merapatkan diri. Sesak.
Bercerita
tentangnya satu halaman tidak mungkin cukup
Apakah dia
bahkan tahu siapa diriku?
Entahlah
aku tak peduli
Setidaknya
aku tahu siapa dia
Bisa dibilang sangat jauh dari tipeku biasanya
Rambutnya
tak bisa diayunkan oleh angin
Dia
terlalu lembut
Untuk
seseorang yang bising sepertiku
Tiga kali
dia masuk dimalam saat ku terlelap
Di mimpi,
ku puas memandangnya
Aku ini
bukan psiko
Hanya
saja, “malam ini sudikah kau jadi bunga ditidurku”
Selasa, 15 Maret 2016
Sabtu, 12 Maret 2016
Tidak kah bagimu..
Mendung ini mempercepat malam tiba?
Namun bagiku sudah jelas
Kau telah pergi bersama hujan waktu itu
Untuk apa kembali?
Berlagak cerita kenangan manis
Apa kau tak mau lenyap saja sekalian?
Pergilah! aku yang mengusirmu kali ini
Tambahkan saja kopi pada gulamu
Agar lebih pekat baunya
Pergilah dengannya
Yang katanya seorang dewi fortuna
Rabu, 20 Januari 2016
2.48am
Sekarang
duniaku dipenuhi oleh malam
Entah mengapa
malam hari membuatku sangat bahagia
Bukan
berkhayal tentang dia yang meninggalkanku
Bukan berkhayal
tentang kesendirianku
Bukan berkhayal
tentang kebahagiaanku
Bukan berkhayal
tentang kesibukanku
Hanya saja
berkhayal tentang dunia
3.00am
Entah apa
lagi yang kuperbuat malam ini
Mendengar beberapa
lagu yang tidak akan pernah mencapai akhirnya
Ketahuilah,
aku tak bisa mendengar lagu hingga akhir
3.11am
Entah siapa
yang harus ku salahkan lagi kali ini
Ketika orang-orang
saling jatuh cinta
Kemana kah
diriku?
Hingga tak
tahu orang yang mengatakan cinta padaku
Telah pergi
mengatakan cinta ke yang lain
Untung saja
hatiku tak hancur
Untung saja
hatiku belum sempat jadi miliknya
3.18am
Ayam berbunyi
lebih cepat dari biasanya
Selamat tengah
malam
Hari ini terik
Seperti kemarin
Hari ini terik
Sepertinya tidak esok hari
Nampaknya, kau dan matahari punya kesamaan
Categories
HOW'S LIFE!
Langganan:
Postingan (Atom)






