Sabtu, 29 Oktober 2016

Diposting oleh Trimeilana di 14.43 0 komentar
Kalau saja ku tahu akhir dari waktu
Mungkin tak sesedih ini
Kalau saja ku tahu akhir dari waktu
Mungkin saja jujur aku padamu


*sok galau
*biasaa remaja tingkat akhir
Diposting oleh Trimeilana di 14.39 0 komentar
Sekarang berubah kota ini
Jadi biru lalu rindu
Jadi merah lalu sedih
Seperti,  siapa lagi kalau bukan kamu?


Ehehe
*si labil

Senin, 10 Oktober 2016

Diposting oleh Trimeilana di 07.38 0 komentar
“ Only him not treat me like a jokes. Thats why.“

Senin, 19 September 2016

Diposting oleh Trimeilana di 09.31 0 komentar
Sudah lama
Di Kota ini semua tentangmu.
Dan rindu ini masih selalu dirimu
Rinduku semakin rindu di kota ini
Rindu yang bersembunyi dalam sunyi dan begitu gaduh
Sangat menunggu kau datang untuk berbagi kerinduan
Mencari sosokmu yang beberapa tahun lalu
Lalu, tak kunjung datang
Sesakit ini, menanti itu?
Rindu ini seenak semenanya
Bisa gila aku
-11 september 2016

Jumat, 02 September 2016

Diposting oleh Trimeilana di 05.50 0 komentar
Bahkan sekarang malam bukan lagi milikku
Bahkan sekarang tak ada persoalan hatiku
Bahkan sekarang tak ada seorang pun milikku
Sangat hambar rasanya
Bahwa kenyataannya
Disini hanya aku dan sehelai pakaian  
Yang sedang terlena akan dunia ramai yang sepi
Saling tawar menawar meminta kehidupan yang lain
Tak bisakah?  



-3 Agustus 2016

Rabu, 20 April 2016

EEE

Diposting oleh Trimeilana di 08.47 0 komentar

Bila dunia membicarakanku, enyah saja. Aku buang wajah. Aku tak masalah. Dunia yang bermasalah~ Namun yang dianggap teman... lantas menjadi bagian dari dunia ? Berpendapat sama dengan dunia. Tentang diriku yang ada-ada saja ? Lantas aku harus berbuat apa ! Aku hilang remuk menanti. Katakan saja dengan tegas didepanku. Agar aku bisa berbenah diri. Aku ini bukan sedang marah. Ataupun gundah. Hanya saja kecewa banyak. Aku tak mempersalahkanmu. Mungkin benar aku ini bedebah pencari perhatian orang-orang. Sesuai pendapat sepihak olehmu yang atas dasar apa..? Tak bisa ku bayangkan. Disela canda tawa, kau menyelipkan sesuatu yang menyebalkan. Membuat hatiku penat. Tidak sekali, aku yakin kau mencoba berkali-kali. Tidakkah lebih baik kau ucap saja padaku? Aku menerima jasa pengiriman surat, bila kau sedang malas berucap. Aku ini tak perlu kodean, hipersensitivitasnya sudah tinggi soalnya. Hanya saja selalu menyamar polos. Didepan semua orang terlihat ceria. Bukan kebohongan, watakku mungkin memang sekacau ini. Maafkan saja. Ini bukan permohonan, namun saran. Pernah kucoba agar terlihat terpuruk hari-hariku. Untuk menghindari kesan yang seperti ini sekarang kau tuduhkan padaku. Serasa artis. Beradegan sana sini untuk mendapat empati. Bukan seperti itu caraku hidup. Biarkan aku bebas diluar. Karena dirumah takkan sempat. Terlalu banyak peraturan yang sulit kulanggar. Bicaralah, karena aku suka berkawan denganmu. Jangan berbicara tanpaku. Aku perlu ada disana untuk  melakukan pembelaan. Meskipun itu kau berbicara dengan teman yang lain atau dengan hatimu saja. Tak masalah.



Jumat, 15 April 2016

SO?

Diposting oleh Trimeilana di 21.05 0 komentar

Disaat si skripsi meminta jatahnya untuk segera dikerjakan

Disinilah aku yang akan makan meski tak lapar

Disinilah aku yang ingin tidur meski tak penat mataku

Disinilah aku yang sedang berusaha memahami gitar

Disinilah aku yang sibuk meskipun tak sibuk

Disinilah aku yang selalu membenarkan penundaan

Disinilah aku mencari alasan agar skripsi itu menyelesaikan dirinya sendiri.

Meskipun terlihat bodoh

Namun itu yang sebenarnya terjadi

Meskipun tawar

Itulah kenyataannya
                                               

Salam Hangat.
Mahasiswi Tingkat Akhir
Yang sedang berdiri ditepi kejenuhan


Minggu, 03 April 2016

ups! iam a secret admirer

Diposting oleh Trimeilana di 07.33 0 komentar

Matanya sayup
Bagaikan mengabaikanku yang ingin mendekat
Baik tampaknya
Namun aku yakin akan keraguanku
                                      Pandangannya akan terus dibumi
                                      Ketika kita berpapasan dibelokan jalan
                                      Sebenarnya itu bukanlah berpapasan
                                      Akulah yang merancangnya agar berpapasan
Pernah sekali berbicara dengannya
Malamku makin panjang jadinya
Empat kali bertemu mata dengannya
Membuat bulanku diusir matahari
                                      Tawanya menghadap ke utara
                                      Seseorang dari arah selatan menghampirinya
                                      Ketenangannya bagai pantai yang sedang tidur
                                      Namun ada ombak api ditatapannya
Aku tahu sejak dulu
Dia adalah matahari
Aku tahu sejak dulu
Malam dan matahari tak bersatu
                                       Lantas biarkan aku mengaguminya
                                      Jangan jauh-jauh
                                      Karena dia begitu mengagumkan
                                      Entah mengapa
Pertemuan yang kusengajakan
Pernah sekali tak ku sengajakan
Kali itu dia yang menghampiri pandanganku
Semua organ tubuhku merapatkan diri. Sesak.
                                      Bercerita tentangnya satu halaman tidak mungkin cukup
                                      Apakah dia bahkan tahu siapa diriku?
                                      Entahlah aku tak peduli
                                      Setidaknya aku tahu siapa dia
Bisa dibilang sangat jauh dari tipeku biasanya
Rambutnya tak bisa diayunkan oleh angin
Dia terlalu lembut
Untuk seseorang yang bising sepertiku
                                      Tiga kali dia masuk dimalam saat ku terlelap
                                      Di mimpi, ku puas memandangnya
                                      Aku ini bukan psiko
                                      Hanya saja, “malam ini sudikah kau jadi bunga ditidurku”
                                     

Selasa, 15 Maret 2016

Mau pamer

Diposting oleh Trimeilana di 06.45 0 komentar


Diposting oleh Trimeilana di 06.22 0 komentar
Kita manusia

Akan jenuh pada masanya

Lebih lama dari selamanya

Dan kemudian dikoyak-koyak olehnya



Sabtu, 12 Maret 2016

AH KU TAK TAHU...JANGAN TANYA

Diposting oleh Trimeilana di 07.13 0 komentar

EHE................ (?)

Diposting oleh Trimeilana di 07.07 0 komentar



Tidak kah bagimu..
Mendung ini mempercepat malam tiba?
Namun bagiku sudah jelas
Kau telah pergi bersama hujan waktu itu

Untuk apa kembali?
Berlagak cerita kenangan manis
Apa kau tak mau lenyap saja sekalian? 
Pergilah! aku yang mengusirmu kali ini

Tambahkan saja kopi pada gulamu
Agar lebih pekat baunya
Pergilah dengannya
Yang katanya seorang dewi fortuna






Rabu, 20 Januari 2016

Diposting oleh Trimeilana di 11.08 0 komentar

2.48am
Sekarang duniaku dipenuhi oleh malam
Entah mengapa malam hari membuatku sangat bahagia
Bukan berkhayal tentang dia yang meninggalkanku
Bukan berkhayal tentang kesendirianku
Bukan berkhayal tentang kebahagiaanku
Bukan berkhayal tentang kesibukanku
Hanya saja berkhayal tentang dunia
3.00am
Entah apa lagi yang kuperbuat malam ini
Mendengar beberapa lagu yang tidak akan pernah mencapai akhirnya
Ketahuilah, aku tak bisa mendengar lagu hingga akhir
3.11am
Entah siapa yang harus ku salahkan lagi kali ini
Ketika orang-orang saling jatuh cinta
Kemana kah diriku?
Hingga tak tahu orang yang mengatakan cinta padaku
Telah pergi mengatakan cinta ke yang lain
Untung saja hatiku tak hancur
Untung saja hatiku belum sempat jadi miliknya
3.18am
Ayam berbunyi lebih cepat dari biasanya
Selamat tengah malam
Diposting oleh Trimeilana di 10.41 0 komentar
Hari ini terik

Seperti kemarin

Hari ini terik

Sepertinya tidak esok hari

Nampaknya, kau dan matahari punya kesamaan

 

swingswingland~ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos