Sekarang saya kehabisan
topik tapi ingin bercerita,hihi. Ini sedikit alih beralih ke curhatan. Saya
ingin bercerita tentang benda-benda milik saya yang mungkin saja tidak tenang
jika saya lah pemiliknya. Entah mengapa, mereka sering hilang dengan cara
sangat-sangat misterius. Tanpa jejak. Terkadang salah satu dari mereka kembali
dengan sendirinya. “Benda tahu kemana harus pulang” sepertinya. Terkadang juga
saya salah meletakkannya tapi saya tidak pernah merasa menyimpan ditempat itu,
tapi mereka ada disana. Menunngu dijemput. Sial mereka tak tahu kemana harus
pulang. Tapi ada pula yang lenyap seperti tidak pernah ada. Jika saya bertanya
keorang-orang mereka berkata saya tidak pernah memiliki barang seperti itu.
Hahehihuho. Maksud L/// Lupa. Ya saya pelupa ternyata. Muehehe
Kali ini saya akan
bercerita nelangsa riang tentang benda-benda itu. Seketika saya masih
berseragam putih biru, saya meminta untuk dibelikakan cincin emas pada orang
tua saya. Akhirnya, saya dan kakak2 saya pergi ke toko emas. Sekitar 1 atau 2
minggu kemudian, saya tidak melihat keberadaan cincin itu. Dan saya santai. Ya
begitulah. Ketika saya khawatir dengan cincin itu, saya mencarinya. Teng ding deng dia tidak ada sama sekali dimanapun. Dan saya sangat yakin cincin itu
berada didalam rumah. Akhirnya saya marah kepada seluruh orang rumah yang tidak
dapat menemukan cincin itu (anak labil smp). Hihi. Lalu, beberapa saat kemudian
saya meminjam novel seseorang. Saya mengingat dengan jelas, saya telah membaca
lebih dari setengah novel itu lalu meletakkannya di meja untuk makan malam.
Ketika saya ingin melanjutkannya lagi2 benda ini lenyap. Dan saya santai.
Ketika sang pemilik menagih, saya keliling mencari dan tedengggg nihil. Lagi-lagi saya marah pada
seluruh isi rumah yang tidak dapat menemukannya (masih labil). Dan pada
akhirnya saya mengganti novel itu. Sewaktu SMA, sepertinya saya sudah tidak
labil lagi. Saya mengambil dompet dan berjalan kekantin bersama teman2 saya
sesampainya dikantin nah dompet saya lenyap. Saya
kembali ke kelas untuk mencari dan tak
ada. Sepertinya dibawa angin. Saya kurang mengingat dengan jelas kelanjutannya.
Tapi kali ini saya tidak mengamuk pada
orang rumah, saya hanya menangis miris dirumah. Kejadian-kejadian ini sangat
benar-benar merugikan kantong orangtuaku:’’’’ benda-benda milik orang lain yang
selalu kuhilangkan mau tidak mau harus ku gantikan yang baru:’’’ salah satu
benda orang lain yang selalu ku hilangkan yaitu flashdisk. Muehehe. Benda itu sekecil upil bulat yang
mudah hilang hiks. Dan
masih banyak lagi benda-benda yang tak ingin menjadi milikku.
Selanjutnya, yaitu Lupa.
Tapi gejala ini sering
muncul saat ketika duduk dibangku kuliah. Mungkin
saja karena kehidupan kuliah sangatlah keras, sehingga terkadang membuatku
lingu. Terkadang saya hampir lupa membawa tas kekampus. Untung saja, saya
selalu teringat sebelum kendaraan nya jalan. Apakah semua ini karena ketika SMA
saya malas membawa tas-_-entah. Hal itulah yang terkadang membuat saya enggan
membawa tas kemana-mana. Dan juga, saya akan merasa seperti terbang ketika
tidak ada tas.alay muehehe. Beberapa bulan ini, benda2 milikku selalu
tertinggal. Entah itu diwarung, di indomaret,dan di conter ATM. Santaiji ^^ beberapa waktu lalu
dompet saya ketinggalan diwarung belakang rumah, nah dua hari kemudian
handphone saya tertinggal dan saya mulai lelah untuk mencari barang2 yang
tercecer. Nah hari minggu kemarin kunci rumah saya ketinggalan lagi diwarung
itu. Penjaga warung itu akhirnya sabar dengan tingkahku. Dia selalu
mengembalikan barang2 milikku tepat digerbang rumahku;3 yeah. Yang paling
terbaru yaitu ATM milik ku entah dimana. Sekarang saya benar-benar lelah
keliling mencari, akhirnya saya memilih membuat ulang. Sesampainya dibank,
satpam itu seperti mengenali saya, lalu mengatakan bahwa setelah menarik uang
kemarin saya meninggalkan ATM itu begitu saja. Dunia ini penuh orang-orang baik yang selalu
menemukan benda-benda itu. Much
love everybody^^