Minggu, 14 Juni 2015

Last Day in 17

Diposting oleh Trimeilana di 09.26

Sekarang saya kehabisan topik tapi ingin bercerita,hihi. Ini sedikit alih beralih ke curhatan. Saya ingin bercerita tentang benda-benda milik saya yang mungkin saja tidak tenang jika saya lah pemiliknya. Entah mengapa, mereka sering hilang dengan cara sangat-sangat misterius. Tanpa jejak. Terkadang salah satu dari mereka kembali dengan sendirinya. “Benda tahu kemana harus pulang” sepertinya. Terkadang juga saya salah meletakkannya tapi saya tidak pernah merasa menyimpan ditempat itu, tapi mereka ada disana. Menunngu dijemput. Sial mereka tak tahu kemana harus pulang. Tapi ada pula yang lenyap seperti tidak pernah ada. Jika saya bertanya keorang-orang mereka berkata saya tidak pernah memiliki barang seperti itu. Hahehihuho. Maksud L/// Lupa. Ya saya pelupa ternyata. Muehehe

Kali ini saya akan bercerita nelangsa riang tentang benda-benda itu. Seketika saya masih berseragam putih biru, saya meminta untuk dibelikakan cincin emas pada orang tua saya. Akhirnya, saya dan kakak2 saya pergi ke toko emas. Sekitar 1 atau 2 minggu kemudian, saya tidak melihat keberadaan cincin itu. Dan saya santai. Ya begitulah. Ketika saya khawatir dengan cincin itu, saya mencarinya. Teng ding deng dia tidak ada sama sekali dimanapun. Dan saya sangat yakin cincin itu berada didalam rumah. Akhirnya saya marah kepada seluruh orang rumah yang tidak dapat menemukan cincin itu (anak labil smp). Hihi. Lalu, beberapa saat kemudian saya meminjam novel seseorang. Saya mengingat dengan jelas, saya telah membaca lebih dari setengah novel itu lalu meletakkannya di meja untuk makan malam. Ketika saya ingin melanjutkannya lagi2 benda ini lenyap. Dan saya santai. Ketika sang pemilik menagih, saya keliling mencari dan tedengggg nihil. Lagi-lagi saya marah pada seluruh isi rumah yang tidak dapat menemukannya (masih labil). Dan pada akhirnya saya mengganti novel itu. Sewaktu SMA, sepertinya saya sudah tidak labil lagi. Saya mengambil dompet dan berjalan kekantin bersama teman2 saya sesampainya dikantin nah dompet saya lenyap. Saya kembali ke kelas untuk mencari  dan tak ada. Sepertinya dibawa angin. Saya kurang mengingat dengan jelas kelanjutannya.  Tapi kali ini saya tidak mengamuk pada orang rumah, saya hanya menangis miris dirumah. Kejadian-kejadian ini sangat benar-benar merugikan kantong orangtuaku:’’’’ benda-benda milik orang lain yang selalu kuhilangkan mau tidak mau harus ku gantikan yang baru:’’’ salah satu benda orang lain yang selalu ku hilangkan yaitu flashdisk. Muehehe. Benda itu sekecil upil bulat yang mudah hilang hiks. Dan masih banyak lagi benda-benda yang tak ingin menjadi milikku.
 

Selanjutnya, yaitu Lupa. Tapi gejala ini sering muncul saat ketika duduk dibangku kuliah. Mungkin saja karena kehidupan kuliah sangatlah keras, sehingga terkadang membuatku lingu. Terkadang saya hampir lupa membawa tas kekampus. Untung saja, saya selalu teringat sebelum kendaraan nya jalan. Apakah semua ini karena ketika SMA saya malas membawa tas-_-entah. Hal itulah yang terkadang membuat saya enggan membawa tas kemana-mana. Dan juga, saya akan merasa seperti terbang ketika tidak ada tas.alay muehehe. Beberapa bulan ini, benda2 milikku selalu tertinggal. Entah itu diwarung, di indomaret,dan di conter ATM. Santaiji ^^ beberapa waktu lalu dompet saya ketinggalan diwarung belakang rumah, nah dua hari kemudian handphone saya tertinggal dan saya mulai lelah untuk mencari barang2 yang tercecer. Nah hari minggu kemarin kunci rumah saya ketinggalan lagi diwarung itu. Penjaga warung itu akhirnya sabar dengan tingkahku. Dia selalu mengembalikan barang2 milikku tepat digerbang rumahku;3 yeah. Yang paling terbaru yaitu ATM milik ku entah dimana. Sekarang saya benar-benar lelah keliling mencari, akhirnya saya memilih membuat ulang. Sesampainya dibank, satpam itu seperti mengenali saya, lalu mengatakan bahwa setelah menarik uang kemarin saya meninggalkan ATM itu begitu saja. Dunia ini penuh orang-orang baik yang selalu menemukan benda-benda itu. Much love everybody^^
 

Selagi membuat cerita ini saya tengah menikmati sphagetti. Seharusnya ini sangatlah lezat. Tapi sepertinya sebentar lagi saya akan terkena Hipertensi ataupun penyakit kardiovaskuler akibat kelebihan garam/// saya sudah terlalu sering mengonsumsi garam selama 17 tahun ini. Apalagi semenjak saya menginjak dapur. Apabila seseorang mengkonsumsi satu gram garam per kilogram berat badannya, hal ini dapat menyebabkan orang tersebut kehilangan nyawanya.Ya dan sekarang kepala saya oleng setelah memakan spaghetti yang terlihat lezat ini. Sekian. Selamat malam.



0 komentar:

Posting Komentar

 

swingswingland~ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos